Tuesday, December 11, 2007

Commando

Even Retirement Special Force could do big damage
Commando adalah film dari Arnold Schwarzenegger yang pertama sekali saya tonton. Film ini saya tonton pertama sekali pada saat saya SD, yaitu sekitar tahun 80an akhir.
Film ini saya tonton di TV (harganya Rp.0,- namun jika ada VCDnya mungkin sekitar Rp.50.000,-) yang dulunya yang masih ada hanya TVRI. Yang membuat saya tertarik menontonnya adalah karena full of action dan bintangnya merupakan aktor favorit saya.Film inimenceritakan tentang aksi laga seorang veteran pasukan elit Amerika, Kolonel John Matrix (yang diperankan oleh Arnold Schwarzenegger). Putri dari sang purnawirawan ini diculik oleh sekelompok teroris yang menghendaki John untuk membunuh seorang calon presiden saingan dari si pemimpin kelompok teroris tersebut (namanya Arius).
Arius pun menyewa Bennet yang juga veteran pasukan elit yang merupakan teman John. John disuruh membunuh saingan politik Arius dengan ancaman putrinya sebagai sandera.Akhirnya John kembali berperang melawan teroris yang menjadi musuhnya tersebut untuk menyelamatkan putrinya.Film ini full of action, message yang mau disampaikan juga cukup jelas.

Monday, December 3, 2007

Payback

Poor Mobsters...Dealing with the wrong guy
Mafia yang malang adalah kata yang tepat untuk menggambarkan nasib kelompok mafia dalam film ini. Film ini saya tonton karena saya sangat menyukai bintang alias pemeran watak yang satu ini, Mel Gibson.
Saya menonton Film ini pertama kali tahun 2005 melalui VCD-nya yang saya beli di Lampung. Film ini full of action, seru. Dan selain itu, saya juga sudah menontonnya 2 kali di siaran TV.
Film ini mengisahkan mengenai kriminil kelas teri, Porter (diperankan oleh Mel Gibson) mencoba meniti karirnya dengan merampok uang dari mafia China. Hasil rampasannya US Dollar 140,000. Namun sangat disayangkan, dia dikhianati oleh teman dekatnya Val, dan istrinya Lynn. Porter pun ditembak dan harus dirawat di rumah sakit. Val adalah anggota kelompok mafia terbesar. Dia punya hutang, dan membayarkan hutangnya ke bos mafia Amerika dengan menggunakan uang hasil rampokan mereka yang harusnya jika dibagi dua menjadi US Dollar 70,000 yang menjadi jatahnya.Setelah sembuh dan sehat kembali, Porter pun mencari Val untuk meminta uang bagiannya, US Dollar 70,000. Uang yang tidak begitu besar untuk bisnis kokain yang dilakukan oleh mafia tersebut. Namun namanya juga mafia. Jika memberikan uang begitu saja, harga diri menjadi tercoreng. Akhirnya kelompok mafia terbesar itu dihabisin satu per satu oleh Porter, hanya untuk US Dollar 70,000. Salah cari lawan kali ini mafia-nya. Film ini sangat bagus. Full of action, message cukup jelas, dan juga aktor dan perannya sangat OK.

Sunday, December 2, 2007

Bourne Ultimatum

The End of Long Journey
The End of Journey alias akhir perjalanan atau pelarian dari Jason Bourne. Setelah seri sebelumnya saya tonton (Bourne Supremacy), saya pun menoton Film ini. Full of action juga.
Film ini merupakan serie terakhir dari Jason Bourne. Film ini menceritakan tentang pencarian oleh Jason terhadap seluruh pihak/orang yang bertanggung jawab dalam program yang telah mengambil kehidupannya. Satu per satu pun di-root tidak terkecuali, Big Boss CIA yang terlibat. Akhirnya ia pun berhasil mengenali identitasnya sendiri, mencari orang-orang yang bertanggungjawab terhadap program. Jason Bourne pun akhirnya ketemu dengan pembunuh-pembunuh profesional lainnya yang dihasilkan dari program rahasia tersebut yang juga pernah diterapkan kepada Jason Bourne.
Saya menonton film ini pertama sekali tahun 2007 ini di Sun Plasa dengan harga tiket Rp.17.500,-.

Friday, November 30, 2007

The Night Flier

Pilot Vampire

Bagi penggemar Film Horor, Film ini sangat saya rekomendasikan untuk ditonton. Film ini saya tonton pertama sekali di Bandung pada masa-masa kuliah. Waktu itu VCD-nya saya sewa dengan harga Rp. 3.000,-.
Film ini sangat menegangkan. Full of Horror setiap detiknya. Jadi kita tidak sempat mengedipkan mata kita. Film Night Flyer menceritakan tentang seorang wartawan yang ingin mengejar berita mengenai pembunuhan misterius di beberapa tempat yang memakan korban tidak sedikit. Pembunuhan itu pun dilakukan dengan kejam dimana tubuh korbannya dirobek-robek.Pelakunya adalah bukan manusia, melainkan vampir.
Vampir ini mengendarai sebuah pesawat kecil (pesawat capung) dan di setiap tempat persinggahannya dia memakan korban. Wartawan itupun mengikuti jejak si Vampir. Dan akhirnya bertemu face to face dengan si pembunuh. Full of deg deg an. Kalau yang punya sakit jantung diharapkan tidak menontonnya.

Wednesday, November 28, 2007

Bram Stoker's Dracula

From God Believer turn to Devil Believer
Transylvania.. Kota, yang dalam cerita horror sering disebut dengan kota asal drakula. Sebagai penggemar film horror, film ini sudah beberapa kali saya tonton dan tidak membosankan, karena penuh dengan ketegangan. Saya sudah agak lupa kapan pertama sekali saya menonton film ini, karena sudah lama sekali. Kalau tidak salah sekitar tahun 2003 di salah satu statsiun TV (no price).

Film Bram Stoker's Draculla ini menceritakan tentang pengalaman seorang asisten agen real estate dalam melakukan survey ke suatu gunung di Transylvania untuk pengembangan suatu lokasi real estate yang baru. Asisten agen sebelumnya gagal melakukan survey dan menjadi gila. Di perjalanan dia menginap di suatu tempat/kastil yang ternyata merupakan kediaman Count Dracula, Prince Vlad. Keanehan demi keanehan pun dialaminya. Si asisten agen reals estate, Jonathan Harker yang diperankan oleh Keanu Reeves ini ternyata menjadi tawanan si Count Dracula. Sementara itu, Count Draculla dengan kekuatan gaibnya mencoba mencari istrinya, Wilhelmina "Mina" Murray (yang diperankan Wynona Ryder) di London, yang mengingatkan dia kepada kekasihnya terdahulu (ratusan tahun lalu). Harker pun mencoba melarikan dari dari kastil yang dijaga ketat oleh mahluk-mahluk dari alam gaib. Namun sudah terlambat.Film in sarat akan ketegangan. Full Horror.. Anak kecil diharapkan tidak menonton film ini tanpa pengawasan dari orang tua.

House on Haunted Hill

Don't easily get tempted with Big Prize
The house on the haunted hill. Film ini menceritakan tentang beberapa orang mendapatkan undangan misterius dari seorang konglomerat untuk berkumpul di suatu rumah di sebuah puncak gunung (Woodland Hills). Iming-imingnya adalah untuk mendapatkan hadiah yang sangat besar jumlahnya. 10 ribu dollar Amerika untuk setiap orang yang bisa menginap satu hari saja di rumah tersebut.Namun ternyata rumah yang dimaksud dihuni oleh banyak mahluk halus dan roh-roh jahat yang ingin sekali membunuh mereka semuanya. Satu per satu dari undangan tewas dan hilang. Akhirnya hanya satu yang selamat.
Film ini saya tonton pertama sekali di tahun 2005 melalui VCD yang saya sewa di Video Eazy di Lampung. Karena tidak termasuk dalam kategori film baru, harga sewanya hanya Rp. 3.000,- per dua hari.Film ini cukup menegangkan. Di setiap moment cukup mendebarkan. Jadi, yang jantungnya tidak kuat dilarang menonton film ini.

The Bodyguard From Beijing

Bodyguard is also a human
Jet Li adalah salah satu aktor laga favorit saya. Hampir semua film yang dibintanginya saya tonton, karena pada umumnya menampilkan aksi beladiri yang cukup OK. Film terkenalnya antara lain : Kungfu Master (Once Upon a time in China), dan juga Lethal Weapon IV yang dibintanginya bersama Mel Gibson dan Danny Glover.


Film The Bodyguard From Beijing tidak kalah serunya. Film ini pertama sekali saya tonton tahun 2005 di salah satu siaran TV (pada saat saya di Lampung). Karena nontonnya di TV, maka harganya gratis alias Rp. 0,-. Film ini menceritakan mengenai kekasih seorang kaya (konglomerat) yang menjadi saksi kunci dalam satu tindak kejahatan. Karena si konglomerat ini super sibuk, maka dia menyewa seorang bodyguard professional yang diperankan oleh Jet Li yang untuk melindunginya dari penjahat yang ingin membunuhnya untuk menghilangkan saksi. Karena sering bersama, si perempuan tadi lama kelamaan jatuh cinta dengan si Bodyguard. Heroik dan juga romantik. Itulah gambaran dalam film ini.

Shaolin Soccer

Imagine if Soccer playing with Kung Fu Skills
Shaolin Soccer yang dibintangi oleh aktor kocak Cina, Stephen Chow dapat saya rekomendasikan ke orang yang suka menonton film lucu-lucu. Film ini saya tonton pertama sekali di Lampung tahun 2005 melalui VCD yang saya sewa dengan harga Rp.3.000,-.
Saya sangat suka dengan film-film yang dibintangi Stephen Chow karena menjanjikan kekonyolan-kekonyolan yang mengundang tawa. Salah satu filmnya yang juga OK : From Beijing with Love, dan God of Gambler.Dalam Film Shaolin Soccer diceritakan seorang pemain sepakbola yang diambil dari seorang jagoan kungfu (Stephen Chow). Kondisi ini menjadikan kesebelasan sepakbola tersebut menjadi jago, karena selalu menang di setiap pertandingan. Akhirnya mereka ketemu dengan lawan seimbang, yaitu kesebelasan yang terdiri dari orang-orang jago kungsu juga. Bisa dibayangkan ap yang terjadi di lapangan hijau jika kungfu ketemu kungfu…He..he…Main sepakbola atau jadinya malah berantem alias berkelahi ? Film ini tepat ditonton untuk segala umur (tentu saja jika anak kecil harus tetap ditemani oleh orangtuanya untuk memberi pengertian). Kocak habis. Kalau lagi stress dan jenuh cocok menonton film ini.

Predator 2

Even Predator with Hi Tech can be lost
Predator 1 saya menontonnya di studio 21. Seru menurut saya. Namun karena ketinggalan di bioskop, predator 2 saya tonton di VCD yang saya sewa (Rp. 3.000,-) di Bandarlampung sekitar tahun 2005an.
Predator 2 ini merupakan lanjutan predator I yang menceritakan satu team pasukan khusus AS yang ditugaskan untuk menyelamatkan seseorang (tawanan perang). Di di tengah perjalanan mereka di hutan, mereka bertemu dengan predator yang menggunakan persenjataan super canggih menghabisi pasukan itu satu per satu. Akhirnya pasukan yang dipimpin oleh seorang komandan (dibintangi Arnold Schwarzeneger) harus bertempur habis-habisan melawan mahluk luar angkasa tersebut. Alhasil mereka dapat membunuhnya. Nah, di predator kedua ini ceritanya adalah rekan si predator akan menjemput jasad si predator yang mati tadi (di series 1). Sayangnya predator yang diutus malah kesasar ke suatu kota di Amerika dengan tingkat kejahatan yang sangat tinggi. Ada untungnya juga, yakni secara kebetulan si predator membantu polisi membersihkan penjahat dari kota karena pada dasarnya si predator sangat tidak suka melihat manusia memegang senjata.Si predator pun dikejar terus oleh polisi atas pembunuhan terhadap bandit-bandit itu. Letnan Michael Harrigan yang diperankan oleh Danny Glover memerankan seorang polisi yang menyelidiki kasus pembunuhan yang dilakukan oleh predator tersebut, terus mengejar si predator itu untuk mengungkapkan kasus pembunuhan terhadap mafia-mafia di kota itu. Action pun dimulai. Tapi apakah itu bisa terjadi. Pada kenyataannya si polisi tersebut yang dikejar predator, jadi : who’s chasing who’s.

U-571

War Strategy with Submarine
Yang membuat saya tertaik dengan film ini adalah karena di dalam film ini animasi dan special effect nya cukup canggih. Selain itu, setting perang jaman dulu dimana kapal selam masih sangat jarang. Dan yang paling membuat saya lebih tertarik lagi adalah bahwa dalam film ini dibahas mengenai Enigma, mesin kode yang diciptakan oleh Jerman untuk komunikasi strategis.
Mesin kode Enigma ini sangat terkenal di jaman dulu karena tidak ada yang bisa memecahkannya, bahkan ahli-ahli sekutu pun tidak.Film ini saya tonton pertama sekali di Lampung, tahun 2004 melalui VCD yang saya sewa. Biasa : Rp. 3.000,- per dua hari. Dalam film ini diceritakan tentang usaha pasukan sekutu dalam mencuri enigma agar bisa dipelajari cara kerjanya. Enigma yang diincar ternyata ada di dalam salah satu kapal selam Jerman U-571 (U : Unterseeboat atau Undersea Boat) yang sangat terkenal dengan kaptennya yang pintar dan ahli strategi.
Bagaimana caranya memasuki kapal selam tersebut harus dipikirkan dengan jitu juga. Akhirnya pasukan sekutu bisa masuk. Namun ada harga yang harus dibayar, yaitu dengan banyaknya korban berjatuhan. Selain itu, permasalahan baru muncul, yaitu : bagaimana meloloskan diri dari kepungan armada perang Jerman. Dalam film ini banyak menggunakan special effect dan animasi yang cukup rumit. Dalam film ini juga dapat dipelajari teknik strategi dalam peperangan. Seru..

Tuesday, November 27, 2007

Ice Age - The MeltDown

Friendship Never End
Ice Age adalah salah satu film kartun yang penuh akan pesan (sarat pesan). Ada 2 serie, yang pertama (tahun 2002) menceritakan perjalanan yang dilakukan oleh sekelompok binatang untuk mengembalikan anak manusia (bayi) yang tersesat ke orang tuanya. Yang kedua (2006) menceritakan mengenai perjalanan meloloskan diri ke tempat yang aman dari efek pemanasan global. Kedua-duanya ingin menyampaikan pesan mengenai persahabatan beberapa jenis binatang (Mamooth, tupai, dan macan).

Saya tertarik menonton film ini karena teknik animasinya sangat bagus. Selain itu banyak kelucuan dalam jalan ceritanya. Pesan yang ingin disampaikan juga cukup bagus. Ice Age yang kedua mengisahkan tentang terjadinya pemanasan global. Pemanasan global itu sendiri adalah akibat efek dari semakin tipisnya lapisan Ozon yang melindungi bumi selama ini. Penipisan lapisan ozon ini diasebabkan oleh pencemaran udara dan polusi lainnya (akibat ulah manusia itu sendiri).

Dalam film ini ditunjukkan bagaimana efek yang diakibatkan oleh pemanasan global yang saat ini sedang ramai dibahas oleh para ilmuwan.Saya menonton film ini di VCD (VCD-nya sendiri saya beli dengan harga Rp. 75.000).Film ini cocok ditonton untuk segala umur.

Alien vs. Predator

Terjebak dalam Pertempuran 2 Species
Terjebak...!! Itulah kata yang dapat mengungkapkan pada saat kita menonton Alien Vs Predator. Film ini menceritakan mengenai perang dua species luar angkasa dengan teknologi yang sangat canggih. Dan manusia terjebak dalam peperangaan tersebut.

Film ini pertama sekali saya tonton di Medan, tahun 2006. Saya membeli VCD-nya dengan harga Rp.50.000,-. Saya tertarik menontonnya karena sebelumnya saya sudah menonton seluruh serie dari Alien (4 serie) dan Predator (2 serie).

Film ini menceritakan dimana ada sekelompok peneliti (yang dibentuk dari berbagai ahli-ahli yang sudah berpengalaman, a.l : ahli arkeologi, ahli persenjataan, ahli pengeboran, ahli bahasa, dan ahli matematika). Kelompok ini kemudian berangkat ke suatu tempat di dekat antartika untuk meneliti sumber panas bumi.Namun ternyata di tempat yang mereka kunjungi terdapat alien-alien yang sudah ratusan tahun dikurung dan dibekukan oleh predator. Dahulu pernah terjadi pertempuran antara Predator dan Alien di tempat itu dan dimenangi oleh Predator.Dengan tidak sengaja, Di dalam piramid kuno yang memang sengaja diciptakan oleh predator untuk mengurung alien, team ekspedisi tersebut membuka dan melepaskan alien yang terkurung didalamnya. Namun predator sudah mengantisipasinya dengan mengirimkan pasukannya untuk membumihanguskan species alien yang seharusnya dari dahulu dimusnahkan. Akhirnya terjadi pertempuran kembali antara Predator dan Alien. Manusia berpihak kemana ? Ternyata team ekspedisi memihak ke predator. Seru...!!! High tech wars.... Saya merekomendasikan film ini untuk ditonton semua kalangan.

Monday, November 26, 2007

Alexander The Great


The Falling Down of The King of Wars

Salah satu film kolosal terbaik yang pernah saya tonton, ya ini : Alexandre The Great. Saya merasa tertarik karena memang saya suka dengan film dengan tema kerajaan dan setting jaman dulu. Film lainnya dengan setting kerajaan yang saya tonton dan saya rekomendasikan kepada orang antara lain : Lord of The Ring, Willow, Troy, The 13 warrior, Beast Master, dan banyak lagi.




Film ini pertama sekali saya tonton di bioskop Studio 21 Artomoro Bandarlampung, Jl. Kartini. HArga tiket waktu itu Rp. 17.500,-.Film ini menceritakan tentang petualangan seorang raja/ksatria yang hobbinya berperang. Banyak bangsa sudah ditaklukkannya. Namun rasa puas akan menguasai setiap daerah yang dijalaninya tidak hilang juga. Dan akhirnya dia tewas terbunuh.Film ini bagus untuk ditonton keluarga. Aktor dan peran sangat OK. Seeting, efek dan animasinya juga mantap.

Sunday, November 25, 2007

Lord of The Ring - The Return of The King

Best Trilogy Heroic Film
Pertama sekali saya menonton film ini adalah di Studio 21 di bandarlampung. Jadi harganya adalah sesuai dengan harga tiket, yaitu : Rp.17.500,-.Saya wajib menonton film ini karena sebelumnya saya sudah menonton yang seri 1 dan 2 (The Fellowship of The Ring dan The Two Tower).

Seri 1 dan 2 sangat berkesan bagi saya. Dari sisi animasi, imajinasi, dan juga jalan ceritanya. Tak heran mendapatkan 11 Academy Award Winner (termasuk Best Picture).Walaupun saya sudah menontonnya di bioskop, saya tetap membeli VCD-nya. Harganya sekitar Rp. 75.000,-. Saya juga sudah membeli seri 1 dan 2 sebelumnya.Film ini menceritakan tentang persahabatan kaum Hobbit, Peri (Elf), kurcaci dengan manusia dalam menghadapi kejahatan yang akan menguasai dunia. Kekuatan dari kejahatan itu sendiri dikendalikan oleh sebuah cincin. Jika cincin ini dikuasai/jatuh ke tangan si penjahat (Sharman dan Sharuman), maka seluruh umat manusia akan binasa karena akan dimusnahkan oleh penjahat tersebut. Karenanya si cincin harus dimusnahkan dengan jalan membuangnya ke lahar di gunung tempat pembuatan cincin tersebut. Namun tempatnya adalah markas dari penjahat yang dihuni oleh ribuan monster, dead knight (ksatria kematian), dan juga Zombie serta bangsa Orc. Pertempuran pun tidak bisa dihindarkan antara pasukan kebaikan yang jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan pasukan kejahatan tersebut.Film ini membangkitkan imajinasi kita. Animasi dan setting tempatnya juga sangat bagus. Jalan ceritanya juga OK. Peran aktornya juga tidak kalah menarik. Heroik, dramatik, fantastis. Itulah yang dapat menggambarkan film ini.

Saturday, November 24, 2007

The Patriot

One of Best Heroic Movie

Mel Gibson, pemeran watak. Salah satu aktor favorit saya. Seluruh film yang dibintangi Mel Gibson wajib saya tonton. Mulai dari action, drama, dll. Salah satu filmnya adalah Patriot. Pertama sekali saya menonton Film ini di tahun 2005 di Lampung. Seperti biasa, saya sewa di Video Eazy hanya Rp. 3000,- untuk 2 hari.


Film ini menceritakan kisah heroisme melawan penjajahan. Pendudukan Inggris di beberapa daerah di Amerika harus ditentang oleh Benjamin Martin (yang diperankan oleh Mel Gibson) dan keluarganya. Harga yang harus dibayar adalah ketika dia harus kehilangan nyawa 2 orang anaknya yang dibunuh oleh pasukan Inggris. Dengan memupuk kekompakan dan penyusunan strategi yang jitu, pasukan yang dipimpin oleh Benjamin Martin menjadi pasukan pemberontak yang paling ditakuti. Dengan taktik gerilya, pasukan ini bisa mengalahkan pasukan Inggris yang jumlahnya jauh lebih banyak. Message yang ingin disampaikan di film ini adalah dimana seorang ayah harus dapat menjalankan fungsi sekaligus sebagai ayah dan sebagai pemimpin pasukan. Dan yang membuat saya tertarik adalah strategi ataupun taktik-taktik yang digunakan oleh Benjamin Martin (pemimpin pasukan Ghost) dalam menghadapi pasukan lawan. Film keluarga ini sangat bagus direkomendasikan untuk ditonton semua kalangan.

Friday, November 23, 2007

50 First Date

Best Romantic Film Ever
Film 50 First date pertama sekali saya tonton tahun 2005. Kebetulan saya tidak begitu suka dengan film-film drama romantis. Saya menyewanya VCD-nya di Video Eazy Lampung. Harga sewanya Rp. 3.000,- per dua hari.

Film ini temanya cool dan sangat bagus. Sangat romantis. Dan bintangnya juga cukup ok (terkenal). Dalam film ini diceritakan seorang pria yang sedang jatuh cinta kepada seorang wanita yang ternyata mengidap penyakit lupa ingatan (ingatan permanen hanya 1X24 jam saja). Penyakit ini diderita akibat wanita tersebut pernah mengalami kecelakaan.Akhirnya si cowok harus memikirkan cara untuk membuat si cewek menjadi jatuh cinta setiap harinya. Dan setiap harinya si cowok harus berkenalan ulang dengan si wanita cantik tersebut. Saya sangat ingat kata-kata indah dalam film tersebut, yakni : "Please give me the last first kiss".Film ini adalah fil drama romantis yang terbaik yang pernah saya tonton. Saya sangat merekomendasikan film ini. Film romantis lain yang saya rekomendasikan adalah Sweet November dan City of Angel yang dibintangi oleh Nicholas Cage dan Meg Ryan.

Panic Room


Cool for handle the Crime

Film Panic Room yang dibintangi Jodie Foster pertama sekali saya tonton di siaran televisi Trans TV tahun 2007 (sekitar 3 bulan lalu). Karena nontonnya di TV, maka tidak ada biaya yang harus saya keluarkan (alias Rp.0,-) untuk menonton film ini. Paling hanya untuk beli snack saja.

Film ini menceritakan kepintaran dan ketenangan seorang ibu dalam menghadapi 3 orang perampok yang mampir ke rumah mereka. Dengan bersembunyi di panic room, ibu tersebut mengamankan anak laki-lakinya.Berbagai macam usaha dilakukan oleh ketiga perampok tersebut untuk dapat memasuki panic room, karena target mereka adalah mengambil uang hasil rampokan yang ternyata disembunyikan di dalam panic room tersebut (di bawah lantainya). Berbagai usaha pula dilakukan si ibu dalam menggagalkan usaha si perampok untuk memasuki ruangan yang dirancang khusus untuk mengamankan pemilik rumah tersebut. Yang membuat saya tertarik adalah ketenangan dan kepintaran si ibu dalam mengantisipasi segala tindakan yang dilakukan oleh si perampok. Akhirnya si ibu dan si anak dapat mengatasi kondisi tersebut. Selain itu, teknologi (perancangan) ruangan pengamanan seperti di film panic room tersebut sangat baik, terutama untuk tujuan pengamanan.