Even Predator with Hi Tech can be lost Predator 1 saya menontonnya di studio 21. Seru menurut saya. Namun karena ketinggalan di bioskop, predator 2 saya tonton di VCD yang saya sewa (Rp. 3.000,-) di Bandarlampung sekitar tahun 2005an.
Predator 2 ini merupakan lanjutan predator I yang menceritakan satu team pasukan khusus AS yang ditugaskan untuk menyelamatkan seseorang (tawanan perang). Di di tengah perjalanan mereka di hutan, mereka bertemu dengan predator yang menggunakan persenjataan super canggih menghabisi pasukan itu satu per satu. Akhirnya pasukan yang dipimpin oleh seorang komandan (dibintangi Arnold Schwarzeneger) harus bertempur habis-habisan melawan mahluk luar angkasa tersebut. Alhasil mereka dapat membunuhnya. Nah, di predator kedua ini ceritanya adalah rekan si predator akan menjemput jasad si predator yang mati tadi (di series 1). Sayangnya predator yang diutus malah kesasar ke suatu kota di Amerika dengan tingkat kejahatan yang sangat tinggi. Ada untungnya juga, yakni secara kebetulan si predator membantu polisi membersihkan penjahat dari kota karena pada dasarnya si predator sangat tidak suka melihat manusia memegang senjata.Si predator pun dikejar terus oleh polisi atas pembunuhan terhadap bandit-bandit itu. Letnan Michael Harrigan yang diperankan oleh Danny Glover memerankan seorang polisi yang menyelidiki kasus pembunuhan yang dilakukan oleh predator tersebut, terus mengejar si predator itu untuk mengungkapkan kasus pembunuhan terhadap mafia-mafia di kota itu. Action pun dimulai. Tapi apakah itu bisa terjadi. Pada kenyataannya si polisi tersebut yang dikejar predator, jadi : who’s chasing who’s.